Minggu, 06 Februari 2011

MAKALAH: FACEBOOK, FENOMENA HUBUNGAN SOSIAL MODERN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang
Dalam masyarakat pra-industri, secara tipikal produksi terdapat pada unit-unit kekerabatan. Pertanian sederhana adalah yang paling utama, industri lainnyaseperti kerajinan tangan, bersifat melengkapi pertanian, tetapi masih terikat pada kekerabatan dan desa. Dalam beberapa masyarakat tertentu, kedudukan pekerjaan ditentukan oleh suatu kelompok yang luas seperti kasta. Pendeknya, kegiatan ekonomi relatif tidak didiferensiasikan dari lingkungan kekeluargaan-komuniti tradisional.
Salah satu akibat dipisahkannya kegiatan-kegiatan ekonomi dari lingkungan keluarga-komuniti adalah bahwa suatu keluarga kehilangan beberapa fungsi dan memperoleh suatu peranan yang khusus, karena keluarga tidak lagi merupakan suatu unit produksi, tapi kegiatan keluarga lebih terpusat pada kesenangan emosional dan sosialisasi.
Implikasi sosial dari perubahan struktur yang telah disebutkan sngat besar, terutama yang dipakasakan oleh tuntutan-tuntutan mobilitas keluarga yakni terjadinya individualisasi dan isolasi keluarga batih (nuclear family). Hubunagn dengan anggota keluarga seketurunan mulai pecah, hanya beberaapa generasi yang menetap dalam satu rumahtangga yang sama, keluarga yang baru membentuk rumahtangga sendiri dan meninggalkan orangtua.
Dalam masyarakat yang telah mengalami modernisasi dan indutrialisasi unit-unit kekerabatan besar ini ada yang mengalami kehancuran, tetapi ada pula yang masih bertahan. Masyarakat pada taraf industrialisasi yang maju masih memperlihatkan beberapa struktur kekerabatan besar yang tetap bisa berlangsung. Namun, seringkali keadaan kota industri yang maju dalam banyak hal saling bertentangan dengan sistem kekerabatan besar yang sebenarnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka secara umum permasalahan yang hendak kami angkat dalam pembahasan makalah ini adalah “Bagaimana Proses Modernisasi Mengubah Hubungan-Hubungan Sosial Yang Telah Ada Di Masyarakat Indonesia? “. Untuk lebih menspesifikan permasalahan maka kami membaginya dalam beberapa pertanyaan, sebagai berikut:
1) Apa pengertian Modernisasi dan Hubungan sosial?
2) Hubungan sosial seperti apa yang dapat dikelompokkan kepada hubungan sosial tradisional?
3) Bagaimana hubungan sosial masyarakat modern terjadi?
4) Bagaimana kehidupan sosial masyarakat modern menurut teori ketergantungan media menurut Melvin DeFleur dan Sandra Ball-Rokeach?
5) Bagaimana Facebook mampu menjadi sarana jaringan sosial?
6) Bagaimana sejarah dan perkembangan Facebook?
7) Bagaimana dampak keberadaan Facebook dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, diantaranya:
1. Memaparkan pengertian Modernisasi dan hubungan sosial
2. Mendeskripsikan pengelompokkan hubungan sosial yang tradisional dan modern
3. Mendeskripsikan bagaimana kehidupan sosial masyarakat modern menurut teori ketergantungan media menurut Melvin DeFleur dan Sandra Ball-Rokeach
4. Memaparkan peranan facebook sebagai sarana jaringan sosial
5. Memaparkan sejarah dan perkembangan Facebook
6. Mendeskripsikan bagaimana dampak keberadaan Facebook dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia
1.4 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini dengan studi literatur. Studi litelatur merupakan pencarian informasi dari berbagai sumber buku dan juga browsing di internet. Dalam penggunaan literatur, penulis memilih sumber-sumber yang bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya. Selain itu, sumber yang dipergunakan pun berkaitan dengan tema makalah.
1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan makalah ini diawali dengan kata pengantar yang berisi ucapan rsa syukur dan pengantar mengeni makalah yang akan dibahas oleh penulis. Kemudian Bab 1 mengenai pendahuluan yang didalamnya berisi, (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) metode penelitian, dan (5) sistematika penulisan.
Bab 2 mengenai ”Modernisasi Dan Hubungan-Hubungan Sosial” mencakup, (1) pengertian modernisasi dan hubungan sosial, (2) jenis-jenis hubungan sosial tradisional, (3) jenis-jenis hubungan sosial modern,
Sedangkan Bab 3 membahas mengeni ”Facebook, Fenomena Hubungan Sosial Modern” meliputi(1) teori ketergantungan media, (2) Facebook sebagai sarana jaringan sosial, (3) sejarah dana perkembangan facebook, (4) dampak keberadaan Facebook dalam kehidupan sosial. Terakhir, Bab 4 membahas mengenai kesimpulan.
BAB II
MODERNISASI DAN HUBUNGAN-HUBUNGAN SOSIAL
2.1 Pengertian Modernisasi dan Hubungan sosial
1) Modernisasi
Istilah modern berasal dari kata “modo” yang artinya “yang kini” (just now). Dengan demikian masyarakat dinyatakan modern apabila para warganya hidup dengan sistem nilai, cara berfikir, berperasaan dan bertindak, teknologi serta organisasi sosial yang baru, yang sesuai dengan konstelasi zaman sekarang.
Modernisasi adalah proses prubahan masyarakat beserta dengan kebudayaan nya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju modern.globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu kondisi meluasnya budaya yang seragam bagi seluruh masyarakat di dunia apabila proses globaliasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang sering online setiap saat dan dapat di jangkau dengan biaya yang relatif murah sebagai akibatnya adalah masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan satu sistem budaya yang sama.
Asumsi modernisasi yang disampaikan oleh Schoorl melihat modernisasi sebagai suatu proses transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya. Dibidang ekonomi, modernisasi berarti tumbuhnya kompleks industri dengan pertumbuhan ekonomi sebagai akses utama. Berhubung dengan perkembangan ekonomi, sebagian penduduk tempat tinggalnya tergeser ke lingkungan kota-kota. Masyarakat modern telah tumbuh tipe kepribadian tertentu yang dominan. Tipe kepribadian seperti itu menyebabkan orang dapat hidup di dalam dan memelihara masyarakat modern.
Sedangkan Dube berpendapat bahwa terdapat tiga asumsi dasar konsep modernisasi yaitu ketiadaan semangat pembangunan harus dilakukan melalui pemecahan masalah kemanusiaan dan pemenuhan standart kehidupan yang layak, modernisasi membutuhkan usaha keras dari individu dan kerjasama dalam kelompok, kemampuan kerjasama dalam kelompok sangat dibutuhkan untuk menjalankan organisasi modern yang sangat kompleks dan organisasi kompleks membutuhkan perubahan kepribadian (sikap mental) serta perubahan pada struktur sosial dan tata nilai. Tujuan akhir dari modernisasi menurut Schoorl dan Dube adalah terwujudnya masyarakat modern yang dicirikan oleh kompleksitas organisasi serta perubahan fungsi dan struktur masyarakat.
Modernisasi adalah rasionalisasi dalam pertumbuhan ekonomi secara makro. Secara teoritik modernisasi merupakan sebuah teori yang di dalamnya terdapat beberapa aliran. Ada lima varian teori Modernisasi sebagaimana dikemukakan oleh Arief Budiman (1995:37-38) yaitu (1) teori Harrod-Domar, yang menekankan bahwa pembangunan hanya merupakan masalah penyediaan modal untuk investasi dan teori ini banyak dikembangkan oleh para ekonom, (2) teori McClelland yang menekankan pada aspek-aspek psikologi individu yaitu melalui pendidikan individual kepada anak-anak di lingkungan keluarga, Pembangunan akan terlaksana apabila terdapat jumlah wiraswasta yang banyak. (3) teori Weber yang menekankan pada nilai-nilai budaya. Nilai-nilai dalam masyarakat antara lain melalui agama mempunyai peran yang menentukan dalam mempengaruhi tingkah laku individu, (4) Teori Rostow, yang menekankan pada adanya lembaga-lembaga sosial dan politik yang mendukung proses pembangunan, dan (5) teori Inkeles dan Smith yang menekankan lingkungan material, dalam hal ini lingkungan pekerjaan, sebagai salah satu cara terbaik untuk membentuk manusia modern yang dapat membangun
2) Hubungan Sosial
Kingsley Davis memberikan pengertian bahwa hubungan sosial meruapakan perubahan-perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi masyarakat, sedangkan Selo Soemardjan menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai, sikap, pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Yang harus dipahami adalah bahwa suatu hal baru yang sekarang ini bersifat radikal, mungkin saja beberapa tahun mendatang akan menjadi konvensional, dan beberapa tahun lagi akan menjadi tradisional. Bahwa perubahan sosial dapat dipastikan terjadi dalam masyarakat, karena adanya ciri-ciri sebagai berikut.
• Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang, setiap masyarakat pasti berubah, hanya ada yang cepat dan ada yang lambat
• Perubahan yang terjadi pada lembaga sosial tertentu akan diikuti perubahan pada lembaga lain
• Perubahan sosial yang cepat akan mengakibatkan disorganisasi sosial
• Disorganisasi sosial akan diikuti oleh reorganisasi melalui berbagai adaptasi dan akomodasi
• Perubahan tidak dapat dibatasi hanya pada bidang kebendaan atau spiritual saja, keduanya akan kait-mengkait
Di samping dikenal adanya faktor penyebab perubahan, berikut diidentifikasi tentang faktor-faktor pendorong dan penghambat perubahan.
Faktor pendorong perubahan: (1) Kontak/komunikasi dengan kelompok/kebudayaan lain, (2) Pendidikan yang maju, (3) Need for Achievement (n-Ach), (4) Sikap menghargai orang lain dan kebudayaannya, (4) Toleransi, (5) Struktur sosial (stratifikasi) terbuka, (6) Penduduk yang heterogen, (7) Ketidakpuasan terhadap keadaan, (8) Orientasi ke masa depan
Faktor penghambat perubahan, (1) kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, (2) Perkembangan IPTEK yang terhambat, (3) Sikap masyarakat yang tradisional, (4) Vested interested, (5) Ketakutan akan terjadi kegoyahan dalam sistem sosial apabila terjadi perubahan, (6) Prasangka terhadap hal baru. (7) Hambatan ideologis (nilai sosial), (8) Hambatan adat dan tradisi.
2.2 Jenis-jenis hubungan-hubungan sosial tradisional
• Kekerabatan dalam hubungan kerja
Pertanian sederhana merupakan hal yang paling utama di Negara berkembang. Disamping itu, bidang industri hanya bersifat melengkapi pertanian, tetapi masih terikat pada kekerabatan dan desa. Pada masyarakat tertentu, kedudukan pekerjaan ditentukan oleh suatu kelompok yang luas, misalnya system kasta.
• Hubungan kekeluargaan
Hubungan antara anggota yang satu dan lainnya tentu sangatlah erat. Keluarga merupakan satu unit produksi dan pusat dari kesenangan-kesenangan emosionil dan sosialisasi.
• Kehidupan komuniti dan perkumpulan-perkumpulan
Hubungan komuniti ataupun perkumpulan-perkumpulan sangat erta terjalin oleh pembawaan kelompok-kelompok sosial, seperti kekerabatan, klan, hubungan-hubungan suku dan kasta.
• Komunikasi dalam interaksi yang tradisional
Dalam masyarakat yang berada pada proses modernisasi biasanya melakukan komunikasi secara tradisional. Cirinya adalah tidak menggunakan teknologi atau bersifat tradisional. Pertemuan secara langsung acapkali dilakukan dalam melakukan komunikasi.
2.3 Jenis hubungan-hubungan sosial modern
• Spesialisasi pekerjaan
Anggota keluarga tidak lagi bekerja untuk keluarganya karena dianggap menjadi penghalang dalam proses produksi (mis. Tidak memiliki disiplin waktu tetapi bekerja hanya sesuai keinginan sendiri). Sehingga diterapkanlah sistem upah/gaji dimana orang-seoranglah yang dipekerjakan dengan spesialisasi bidang kerjanya.
• Perubahan hubungan kekeluargaan
Pemisahan kegiatan-kegiatan ekonomi dari lingkungan keluarga mengakibatkan suatu keluarga kehilangan beberapa fungsi dan memperoleh suatu peranan yang khusus. Keluarga tidak lagi menjadi satu unit produksi. Implikasi sosialnya adalah terjadinya proses individuasi dan isolasi keluarga batih (nuclear family). Sehingga anggota-anggota keluarga yang satu turunan mulai pecah, keluarga-keluarga yang baru menikah untuk membentuk rumah tangga sendiri dan meninggalkan para orang tua. Akibatnya, para orang tua akan mendapatkan pengawasan dari komuniti atau negara sebagai “titipan” ke dalam lembaga-lembaga sosial, seperti lembaga pensiun, jaminan sosial, dan panti jompo.
• Perubahan dalam hubungan komuniti dan perkumpulan-perkumpulan
Awalnya hubungan kelompok dan perkumpulan didasarkan pada pembawaan kelompok sosial, yaitu kekerabatan, dan lainnya, digantikan oleh sebuah perkumpulan berdasarkan fungsi, kesenangan, ataupun jenis pekerjaan tertentu. Contohya perserikatan perburuhan, perkumpulan sepak bola, dan lainnya. Namun, tidak dapat disembunyikan dari kenyataan bahwa pada mulanya suatu perkumpulan terdiri dari fungsi yang beragam.
• Perubahan dalam komunikasi
Komunikasi yang bersifat tradisional tidaklah tergantung pada kemajuan teknologi. Dengan pembawaan sosial seperti kekerabatan dan intensitas pertemuan secara langsng (face to face) satu sama lainnya sering terjadi akan menjalin hubungan semakin erat. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi, pertemuan face to face semakin jarang dilakukan karena sudah banyak wadah komunikasi terutama melalui dunia seperti jejaring sosial. Jejaring sosial yang sedang menjamur adalah friendster, twitter, mailinglist, facebook, dan sebagainya. Jejaring sosial yang paling populer saat ini adalah facebook.
BAB III
FACEBOOK, FENOMENA HUBUNGAN SOSIAL MODERN
3.1 Teori Ketergantungan Media
Teori Ketergantungan Media (Dependency Theory) adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar.
Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya, tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang sama besar.
Besarnya ketergantungan seseorang pada media ditentukan dari dua hal.
ü Pertama, individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang, tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas.
ü Kedua, persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Sebagai contoh, bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih bergantung atau percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil, ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi. Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.
3.2 Facebook Sebagai Sarana Jaringan Sosial
Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya.
Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.
3.3 Sejarah dan Perkembangan Facebook
Facebook pertama kali di perkenalkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Dalam waktu dua minggu setelah diperkenalkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Bahkan, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto, California, dan menyewa apartemen di sana. Setelah beberapa minggu di Palo Alto, Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook.
Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook. Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa. Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.
Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di facebook.
3.4 Dampak keberadaan Facebook dalam kehidupan sosial
a) Dampak positif dari Facebook
ü layanan pertemanan, user dapat menemukan teman-teman mereka yang sudah lama tidak bertemu, mereka bisa saling sapa dan seperti Reuni dadakan
ü facebook mempu memberikan fitur-fitur atau fasilitas yang diberikan untuk memanjakan penggunanya, seperti game, groups, dan fasilitas yang bisa bertambah sewaktu-waktu dengan bertambahnya jumlah pengguna sosial networking ini.
ü tentunya dengan Facebook kita dapat kembali bertemu dengan teman-teman lama walaupun di dunia maya
ü bagi yang sedang jauh dari komunitas aslinya karena tugas misalnya sedang studi di luar kota atau luar negeri manfaat facebook sangat terasa
ü dengan Facebook kita bisa bertukar pikiran dengan sangat mudah. Pertukaran informasi difasilitasi dengan baik. Sebagai contohnya ketika kita butuh sesuatu atau ingin tahu tentang sesuatu tinggal kita tuliskan dalam status maka akan banyak respon dari teman kita.
ü menciptakan brand awareness
ü Facebook sebagai fenomena komunikasi sosial dinilai sangat demokratis dikarenakan sangat horizontal.
b) Dampak negatif dari Facebook
ü Mengurangi kinerja. Banyak karyawan perusahaan, dosen, mahasiswa yang bermain facebook pada saat sedang bekerja. Mau diakui atau tidak pasti mengurangi waktu kerja.
ü Pemanfaatan untuk kegiatan negatif. Walupun telah diatur dalam peraturan penggunaan Facebook, tetap saja ada pihak yang memanfaatkan facebook untuk kegiatan negatif melalui group ataupun pages.
ü Kesalahpahaman. Facebook merupakan jaringan sosial yang sifatnya terbuka antara user dan teman-temannya. Seperti kehidupan nyata gosip atau informasi miring dengan cepat juga dapat berkembang di jaringan ini. Haruslah disadari menulis di status, di wall dan komentar diberbagai aplikasi adalah sama saja seperti obrolan pada kehidupan nyata bahkan efeknya mungkin lebih parah karena bahasa tulisan terkadang menimbulkan salah tafsir.
ü Penipuan. Seperti media online lainnya, Facebook juga rentan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan. Kita tidak akan tahu sebenarnya siapa dibalik account facebook. Orang dengan mudah membuat account baru untuk keperluan yang tidak baik. Ada yang menggunakan modus berkenalan dan akhirnya menjadi akrab di dunia maya yang ternyata ujung-ujungnya digunakan untuk melakukan penipuan atau tindakan kriminal lainnya.
ü Kecenderungan seseorang menggunakan facebook sebagai media komunikasi membuat interaksi tatap muka nya dengan orang lain tidak baik
BAB IV
KESIMPULAN
Modernisasi sosial dapat terjadi karena pengetahuan anggota masyarakat semakin meningkat. Peningkatan engetahuan itu seaga akbat tingkat pendidikan dan kemampuan memperoleh informasi. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih modern dan dinamis. Pendidikan anggota masyarakat menjadi lebih terbuka dan kreatif dalam menerima unsur-unsur baru kemajuan.
Proses modernisai merupakan suatu hal yang tidak dapat kita pungkiri akan terjadi pada diri masing-masing manusia, disadari atau tanpa disadari sekalipun, baik secara idiologis, sosial, ekonomi, dls. Muncul bentuk-bentuk baru dari hubungan-hubungan sosial lama menjadi sesuatu yang lebih cenderung menggunakan teknologi. Manusia mulai meninggalkan tradisi lama menuju tradisi baru yang dianggap lebih maju. Hal ini tentu menimbulkan implikasi yang besar terhadap tatanan dan struktur masyarakat. Misalnya dengan berubahnya orientasi hubungan keluarga yang pada awalnya digunakan sebgai sektor industri menjadi orientasi sosialisasi.
Pada akhirnya, modernisasi telah menggiring manusia pada ketergantungan akan teknologi, mencetak manusia-manusia yang individualis, konsumerisme, dan menciptakan sistem ekonomi kapitalis.
DAFTAR PUSTAKA
Weiner, Myron. (1984). Modernisasi Dinamika Pertumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Soekamto, Soerjono. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV. Rajawali
Suwarsono dan Y.Alin So. (2000). Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta : PT. Pustaka LP3ES
Wan Ulfa Nur Zuhra. (2009). Facebook Wujudkan Individualisme. [Online]. Tersedia: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21463:facebook-wujudkan-individualisme&catid=57:gagasan&Itemid=65
Agus Santosa. (2009). Modernisasi, Industrialisasi, & Urbanisasi.[Online]. Tersedia: http://agsasman3yk.wordpress.com/2009/09/07/modernisasi-industrialisasi-dan-urbanisasi/
Amilia Putri (2009). Facebook menjadi media komunikasi modern. [Online]. Tersedia: http://amiliaputri.wordpress.com/2009/11/06/facebook-menjadi-media-komunikasi-modern/
Jessica Carla. (2009). Jangan Merasa Gaul Sebelum Mengenal Modernisasi Komunikasi . [Online]. Tersedia: http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=905&Itemid=44
Dewi, Susetyo Prihadi. (2009, 13 November). Pengguna Facebook Indonesia Terbesar di Asia. Tersedia : http://techno.okezone.com/
Widodo, Slamet. (2008). Proses Perubahan Sosial dalam Konteks Global. [Online] tersedia : http://www.learning-of.salmetwidodo.com/2008/02/01/proses-perubahan-sosial-dalam-konteks-global
____. (____).Teori Ketergantungan Media. [Online] tersedia :http://id.wikipedia.org/wiki/teori_ketergantungan_media
R. Kristiawan .(2007).Perspektif Teori Modernisasi dan Teori Dependensi . [Online] tersedia: http://awandaerna.multiply.com/journal/item/2/Perspektif_Teori_Modernisasi_dan_Teori_Dependensi
Nency Ariany. (2009).Teknologi Komunikasi Modern Abad ini .[Online]. Tersedia: http://reechildes.blogspot.com/2009/10/teknologi-komunikasi-modern-abad-ini.html

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Prev Prev home

aku berada didalam kejahatan yg tak punya malu.. ingin merasakan rasanya sensasi yg baru.. godaan yg membuatku senang..


dilarang merokok,,blog ini ber~AC...!!!
boland capzlock
Diberdayakan oleh Blogger.
RUANG MANAJEMEN SUDUT PANDANG © design Template 2011 by:
boland capzlock
blogwalking.. Selamat datang di blog saya.