Minggu, 20 Maret 2011

Apa yang Membuat Cinta Itu Ada?!

Mudah kita bicara tentang cinta. Sering kita membicarakannya. Selalu menjadi inspirasi dalam berbagai bentuk kreasi seni. Diskusi dan perdebatan tentang arti cinta itu sendiri pun tidak pernah ada habisnya. Tidak sedikit juga di antara kita yang mencoba untuk terus mendorong dan memberikan semangat agar cinta itu tetap ada dan ada selalu. Namun pernahkah kita bertanya, apa yang membuat cinta itu ada?!

Kalau ingat dengan pepatah, cinta itu datangnya dari mata turun ke hati. Malah kebanyakan, sih, kebablasan. Langsung meluncur ke yang lebih bawah lagi. Sampai kemudian bingung sendiri, apakah itu cinta atau nafsu?! Ayo siapa, tuh, yang sering begitu?! Ngaku, deh?!!! Hahaha….
Tidak mudah menjawab pertanyaan itu dan setiap orang pasti memiliki jawabannya masing-masing karena cinta memang sangat luas artinya. Ini semua tergantung dari apa yang dirasakan, diyakini, dan juga dipahami. Pengalaman juga sangat mempengaruhinya. Wajar bila kemudian ini menjadi sebuah pencarian dan memang seharusnya dicari.
Sebagian besar menjawab yang membuat cinta itu ada adalah rasa dan perasaan. Kita memang tidak bisa merasakan dan menghadirkan cinta bila tidak ada rasa ataupun perasaan. Memangnya jatuh cinta nggak pakai rasa dan perasaan?! Biarpun bentuknya jadi macam-macam, ya!!! Bisa jadi kemudian merupakan hasrat dan juga emosi. Bisa saja, kan?!
Yang lebih lucu dan menariknya lagi, ada yang bilang bahwa cinta itu ada bila sudah merasakan. Nah, lho?! Apa ini sama dengan tak kenal maka tak sayang?! Jadi bingung saya. Kok, jadi seperti telor dan ayam, ya?! Yang mana yang ada duluan, cinta atau rasa?! Hmmm….
Ada juga yang bilang kalau cinta itu berasal dari segala yang sifatnya lebih kepada fisik. Cantik, ganteng, pintar, kaya, baik, dan lain sebagainya. Semua yang sifatnya memberikan keindahan dan kenikmatan juga kesenangan menjadikan cinta itu ada. Memang sulit untuk tidak bisa melepaskan diri dari hal ini karena memang sangat menggoda. Apalagi bila ada konsep tentang “ideal” secara fisik yang diinginkan, sehingga banyak yang terjebak kemudian pada pertanyaan apa benar ini adalah cinta?! Mulai, deh, bingung dan mencari cinta sejatinya.
Ada lagi yang bilang bahwa cinta itu ada seiring dengan perjalanan waktu. Kalau sudah hidup bersama dan menjalin kehidupan bersama-sama maka cinta itu akan ada dan datang dengan sendirinya. Sebuah pemikiran tentang cinta yang banyak dipahami oleh para orang tua yang membuat banyak pasangan menjalin ikatan pernikahan dilandasi atas bakti terhadap orang tua. Pada akhirnya banyak yang mencoba namun lebih banyak yang tidak berhasil. Cinta memang kemudian bisa ada tetapi bila kemudian dipertanyakan kembali soal biasa dan kebiasaan juga soal pasrah dan pengabdian, menjadi lain lagi ceritanya.
Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu ada karena memang ada objeknya. Di mana bila tidak ada objek maka cinta itu tidak pernah ada. Bisa jadi demikian, ya. Kalau memang tidak ada sesuatu untuk kita cintai, maka darimana cinta itu bisa ada?! Apalagi bila kita menghubungkannya dengan kehidupan. Di mana cinta itu ada karena ada kehidupan.
Semua yang ada di dalam kehidupan ini harus bisa bertahan untuk bisa hidup dan untuk bisa hidup, tidak ada yang bisa sendiri. Semua membutuhkan yang lain di mana hubungan menjadi terjalin dan kehidupan pun bisa berjalan dan terus berlangsung. Apa yang kemudian membuat semua ini terjalin adalah karena memang ada sesuatu yang menjadi benang merahnya. Mimpi adalah salah satunya karena mimpi adalah yang menjadi awal atas sesuatu yang baru dan mimpi jugalah yang mendorong kehidupan ini menjadi lebih baik.
Tidak mudah untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. Harus ada sebuah energi besar yang menjadi sumber kekuatannya. Apalagi sumber kekuatan terbesar yang bisa mengalahkan segalanya selain cinta?! Cinta memang sungguh luar biasa. Cinta bisa melahirkan sejuta makna, keajaiban dan juga keunikan-keunikan. Hanya dengan cinta manusia bisa lepas dari segala logika dan rasionalisasi atas apa yang diyakini. Mungkin inilah sebabnya ada istilah cinta itu buta, ya?!
Lalu ada juga yang menjawab bahwa cinta itu ada karena Tuhan; di mana kita semua diciptakan dengan cinta yang ada di dalam hati. Seberapa pun jahat, kejam, dan sadisnya seseorang, namun orang tersebut tidak mungkin tidak memiliki cinta di hatinya. Meskipun entah kapan dia bisa dan mau merasakannya.
Bagi saya, cinta ada karena memang ada. Keberadaan kita ini ada karena cinta. Sang pencipta menjadikan seluruh yang diciptakannya menjadi ada karena cinta-Nya. Oleh karena itulah, saya selalu yakin bahwa cinta itu ada dan ada selalu. Hanya tinggal sekarang bagaimana kita mau merasakan dan menghadirkannya saja. Semua bisa menjadi indah dan luar biasa bila kita semua sama-sama mau merasakan dan menghadirkannya dalam kehidupan ini. Cinta memang sungguh sangat dahsyat. Cinta adalah segalanya. Cinta bisa menjadi segalanya.
Semoga cinta itu selalu ada dan ada selalu dan selamat merasakan dan menghadirkannya. Selamat bercinta dengan penuh cinta!!!

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Prev Prev home

aku berada didalam kejahatan yg tak punya malu.. ingin merasakan rasanya sensasi yg baru.. godaan yg membuatku senang..


dilarang merokok,,blog ini ber~AC...!!!
boland capzlock
Diberdayakan oleh Blogger.
RUANG MANAJEMEN SUDUT PANDANG © design Template 2011 by:
boland capzlock
blogwalking.. Selamat datang di blog saya.