Selasa, 08 Maret 2011

cREaTiVe tHiNkiNg

PENDAHULUAN
Berpikir kreatif adalah berpikir imajinatif. Cara berpikir ini menghasilkan gagasan-gagasan baru dan hal-hal baru, dan menghubungkan hal-hal atau gagasan yang sebelumnya tidak berkaitan.
Kreativitas adalah proses penciptaan (the creation of) gagasan-gagasan dan konsep-konsep, berada pada level ide (pikiran dan imajinasi).
Inovasi merupakan perwujudan ide-ide kreatif untuk menghasilkan bussiness value. Inovasi berada pada tataran praktik (nyata atau riil).
Berpikir kreatif disebut juga berpikir secara lateral, sedangkan berpikir logis atau analitis disebut berpikir vertikal. Berpikir vertikal adalah merupakan proses langkah demi langkah, proses ini bersifat kontinyu, satu langkah mengarah ke langkah berikutnya sampai idealnya. Kita menyatu ke hanya satu pemecahan yang mungkin. Berpikir vertikal, kita berjalan lurus mengikuti garis dari satu keadaan informasi ke keadaan berikutnya.
Proses Kreativitas
Dalam The Act of Creation, Arthur Koestler, menjabarkan proses kreativitas sebagai sebuah “bisosiasi”; menempatkan dua fakta atau gagasan yang tidak berhubungan untuk membentuk satu gagasan. Penetapan hubungan atau bisosiasi biasanya disertai dengan pelepasan tegangan. Ada secercah cahaya yang mengarah pada teriakan “Eureka !” atau setidaknya Aha !” , “Yess !!”
Tiga Hal Penting Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
1. Memahami hambatan terhadap berpikr kreatif
2. Mengembangkan kemampuan individual untuk berpikir kreatif
3. Menggunakan kemampuan kolektif sekelompok orang untuk mengembang-kan gagasan-gagasan baru dengan brainstorming.
Hambatan Utama Berpikir Keatif
1. Mengizinkan pikiran kita dikondisikan mengikuti pola yang dokumen. Pikiran merupakan sistem yang dipolakan dan hal ini berarti kita dapat terjebak dalam cara yang tetap dalam memandang sesuatu, hal ini disebut “penjara konsep” atau “faktor pengekang”.
2. Membatasi pertumbuhan bebas gagasan kita dalam batas yang ditarik secara kaku yang diperlakukan sebagai kondisi yang membatasi.
3. Gagal mengindetifikasi dan meneliti asumsi-asumsi yang kita buat untuk memastikan bahwa asumsi-asumsi tersebut tidak membatasi pengembangan gagasan-gagasan baru.
4. Mempolarisasikan alternatif. Mengurangi setiap keputusan menjadi sebuah “ini atau itu” ketika mungkin terdapat cara-cara lain dalam memandang segala sesuatu.
5. Dikondisikan berpikir secara berutan dan bukan secara lateral serta mencari gagasan “terbaik”, bukan gagasan yang berbeda. “Lebih baik memiliki gagasan yang cukup banyak agar beberapa di antaranya salah dari pada selalu benar dengan tidak memiliki gagasan sama sekali”.
6. Kurang berusaha menantang hal yang jelas – “menggoda untuk jatuh pada pemecahan yang mudah.
7. Mengevaluasi terlalu cepat, melompat pada kesimpulan dan tidak memberikan cukup waktu pada diri kita sendiri untuk memungkinkan imajinasi kita untuk berkisar secara bebas disekitar cara-cara yang mungkin untuk memandang sesuatu.
8. Cenderung menyesuaikan diri – memberikan jawaban yang diharapkan.
9. Takut terlihat bodoh atau ditekan.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN INDIVIDUAL UNTUK BERPIKIR KREATIF
Jika kita ingin berpikir secara lebih kreatif, hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis diri kita sendiri. Telusuri daftar penghambat kreativitas di atas dan ajukan kepada diri kita sendiri pertanyaan, “Apakah saya demikian ?” Jika ya, pikirkan cara-cara kita mengatasi kesulitan tersebut dengan berkonsentrasi pada :
a. Melepaskan diri dari setiap batasan
b. Membuka pikiran untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru
c. Menunda penilaian sampai kita secara seksama mendalami gagasan-gagasan alternatif
PENJELASAN
a. Melepaskan diri dari setiap batasan
Untuk melepaskan diri dari batasan terhadap kemampuan kita untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru kita harus :
1. Mengidentifikasi gagasan-gagasan dominan yang mempengaruhi pemikiran kita
2. Mendefinisikan batasan-batasan (yaitu; pengalaman masa lalu, preseden, kebijaksanaan,prosedur,peraturan) ketika kita bekerja dan mencoba keluar dari batasan-batasan tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:
à Apakah batasan-batasan tersebut wajar ?
à Apakah pengalaman masa lalu dapat diandalkan ?
à Apa yang baru dalam situasi saat ini ?
à Apakah ada cara lain ?
3. Angkat asumsi-asumsi kita ke permukaan dan tantang setiap asumsi yang membatasi kebebasan kita untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru.
4. Tolak proposisi “ini atau itu” – tanyakan, “Apakah sebenarnya ada pilihan yang sederhana di antara alternatif-alternatif ini ?
5. Terus tanyakan “mengapa ?” (Tetapi ingat bahwa jika kita melakukan hal ini secara terus terang kepada orang lain, kita dapat menibulkan sikap perlawanan dari dalam diri mereka).
PENJELASAN
b. Menghasilkan gagasan-gagasan baru
Untuk menghasilkan gagasan baru,kita harus memiliki pikiran yang terbuka. Jika kita telah menyingkirkan beberapa batasan seperti yang disebutkan di atas, kita akan berada dalam posisi ynag lebih baik untuk :
• Melihat situasi dengan cara yang berbeda, mendalami semua sudut yang mungkin.
• Mendaftarkan sebanyak mungkin pendekatan alternatif tanpa mencari “satu cara terbaik” (tidak ada cara terbaik) dan tanpa membiarkan evaluasi yang prematur (yang hanya dapat mengarah pada kepuasan sebagian).
• “Atur diskontinuitas” secara sengaja melangkah untuk memecahkan pola.
PENJELASAN
Teknik-teknik untuk merangsang gagasan baru
• Berpikir bebas, mengizinkan pikiran kita untuk berkelana disekitar alternatif dan dalam banyak kasus cara-cara yang tampaknya tidak relevan untuk memandang situasi.
• Secara sengaja membuka diri kita sendiri pada pengaruh-pengaruh baru dalam bentuk orang,artikel buku, pada kenyataannya segala sesuatu yang dapat memberi kita gagasan yang berbeda, sekalipun gagasan itu tidak segera relevan.
• Mengalihkan diri kita sendiri atau orang lain dari satu masalah ke masalah lain.
• Atur pengembangan gagasan silang dengan orang-orang lain.
• Gunakan analogi untuk memercikan gagasan-gagasan baru. Analogi tersebut harus disiratkan oleh masalah tersebut, tetapi lalu harus diizinkan untuk ada dengan haknya sendiri untuk menunjukkan cara yang berbeda dalam memandang masalah.
PENJELASAN
c. Menunda penilaian sampai kita secara seksama
mendalami gagasan-gagasan alternatif
Sasaran kita dalam berpikir kreatif haruslah memisahkan evaluasi gagagsan dengan penghasilan gagasan. Kekeliruan terburuk yang dapat kita buat adalah mematikan gagasan-gagasan baru dengan cepat. Selalu mudah menemukan sepuluh cara untuk mengatakan “tidak” terhadap segala sesuatu. Misalnya:
1 Itu tidak akan berhasil
2 Kami pernah melakukannya
3 Itu sudah dicoba sebelumnya tetapi tidak berhasil
4 Itu tidak praktis
5 Itu tidak akan memecahkan masalah
6 Itu terlalu berisiko
7 Itu didasari oleh teori murni
8 Itu terlalu mahal
9 Itu akan membuat marah para pelanggan/atasan/serikat pekerja/ karyawan/pemegang saham, dsb.
10 Itu akan menciptakan lebih banyak masalah daripada yang diselesaikan.
PENJELASAN
Beberapa dari penolakan ini mungkin absah. Tetapi alasan-alasan tersebut harus ditahan sampai kita menghasilkan sebanyak mungkin gagasan. Izinkan gagasan utuk sedikit bertumbuh. Jangan padamkan gagasan ketika dilahirkan. Terlalu mudah mengatakan “tidak”, terlalu mudah mentertawakan segala sesuatu yang baru atau berbeda. Dalam berpikir kreatif, hasil akhirlah yang penting, dan jika kita ingin agar hasil tersebut bersifat orisinal, kita tidak perlu mengkhawatirkan terlalu banyak tentang jalan yang yang harus diikuti untuk tiba disana. Tidak jadi masalah jika kita kadang-kadang tersandung atau memilih putaran yang keliru, selama penundaaan tidak mengakibatkan keterlambatan dan kita tiba ditempat yang tepat pada saatnya.
Brainstorming
Brainstorming telah didefinisikan sebagai cara untuk memperoleh sejumlah besar gagasan dari sekelompok orang dalam waktu singkat. Teknik ini pada intinya merupakan sebuah kegiatan kelompok yang menggunakan suasa formal utuk menghasilkan sebanyak mungkin gagasan tanpa berhenti untuk mengevaluasinya.
Ciri-ciri Brainstorming
• Sebuah kelompok yang terdiri dari antara enam sampai duabelas orang dikumpulkan. Beberapa orang terlibat langsung dengan masalah yang bersangkutan, beberapa orang ditarik dari bidang-bidang lain tempat mereka dapat menghadirkan gagasan-gagasan dan pengalaman yang berbeda utuk dipertimbangakan dalam masalah . Terdapat seorang pemimpin dan pencatat notulen.
• Pemimpin tersebut mendefinisikan peraturan-peraturan dengan menenkankan bahwa :
• Sasarannya adalah memperoleh sebanyak mungkin gagasan
• Tidak ada usaha yang dilakukan untuk mengevaluasi gagasan
• Tidak seorang pun perlu merasa tertahan dalam memberikan saran
• Jika perlu, sebuah sesi pemanasan diadakan untuk memperkenalkan prosedur tersebut kepada kelompok. Misalnya, mereka diminta menyarankan berapa penggunaan yang dapat mereka pikirkan dari sebuah penjempit kertas.
• Pemimpin tersebut menyatakan masalah, sambil menghindari jebakan untuk mendifinisikannya terlalu sempit.
• Pemimpin tersebut membuka sesi dengan sebuah frasa seperti “Dalam beberapa cara kita dapat ?”
• Pemimpin tersebut mendorong orang-orang untuk berkontribusi dan mencegah setiap usaha untuk mengevaluasi gagasan. Dari waktu ke waktu, ia dapat menyatakan kembali masalah tersebut.
• Pencatat notulen meringkaskan gagasan-gagasan yang disarankan dan mendaftarkannya di sebuah flip chart. Ia tidak perlu berusaha untuk bertindak sebagai seorang editor atau mengkhawatirkan duplikasi dalam tahap ini. Sesi tersebut sebaiknya tidak direkam dalam pita kaset, karena hal tersebut dapat menghambat gagasan.
• Pemimpin tersebut terus mendorong kelompok untuk berkontribusi, mencoba membuat orang-orang bergerak bebas dan menghasilkan sebanyak mungkin gagasan. Baik, buruk, menegah. Masuk akal atau bodoh. Ia terus mempertahankan proses tersebut dan tidak mengomentari atau mengizinkan seorang lain pun untuk mengomentari salah satu kontribusi. Setiap gagasan diperlakukan sebagai gagasan yang relevan.
• Pemimpin tersebut menutup rapat setelah sekitar 30 menit – 45 menit paling banyak. Sesi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
• Evaluasi dilakukan kemudian, yang mungkin dengan kelompok yang berbeda. Dalam sesi itu, sasarannya adalah :
à Memilih gagasan untuk penggunaan yang segera
à Mengidentifikasi gagasan untuk eksplorasi lebih lanjut
à Mengulas setiap pendekatan berbeda yang ditunjukkan oleh sesi tersebut.
Brainstorming merupakan teknik yang berguna untuk melepaskan gagasan, mengatasi rasa malu, saling mengembangkan gagasan dan melepaskan diri dari pemikiran yang terpola.
download__cREaTiVe tHiNkiNg.docx

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Prev Prev home

aku berada didalam kejahatan yg tak punya malu.. ingin merasakan rasanya sensasi yg baru.. godaan yg membuatku senang..


dilarang merokok,,blog ini ber~AC...!!!
boland capzlock
Diberdayakan oleh Blogger.
RUANG MANAJEMEN SUDUT PANDANG © design Template 2011 by:
boland capzlock
blogwalking.. Selamat datang di blog saya.